21 Feb Tips Berkendara bagi Pengemudi untuk Menanggulangi Kejahatan

Dengan semakin maraknya aksi perampokan terhadap para pengendara mobil, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Pol) Rikwanto, memberikan beberapa saran untuk menanggulangi tindak kejahatan tersebut.
tips pengemudi mobil
Beberapa pembelaan diri bisa saja dilakukan para pengendara yang terancam perampokan, tergantung kondisi dan situasinya. Apabila anda berada di wilayah sepi yang jauh dari keramaian dan menemui orang-orang tidak dikenal dan mencurigakan, yang sebelumnya tidak melakukan janji pertemuan, sebaiknya pengendara tidak usah meladeni dan mempercepat laju kendaraannya. Lebih-lebih jika dikhawatirkan akan mengganggu keselamatan jiwa pengendara.

“Jika sepi bisa melajukan mobilnya. Jika kondisi lingkungan ramai, kita bisa melakukan berbagai tindakan: bisa tancap gas, tabrak sedikit kendaraan di depan sehingga menimbulkan reaksi dari pengendara di depan, atau teriak,” sarannya.

Apabila situasi dan kondisi berada di area yang ramai, sebaiknya pengendara berteriak atau membunyi klakson mobil. Atau bisa juga dengan menabrakan mobil yang ada di depan dan belakangnya untuk menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitar.

Untuk masalah proses hukum yang didapat pengendara dari tindakan-tindakannya yang menimbulkan kerugian orang lain, Rikwanto mengatakan, itu hanya tindakan dari sebuah kejadian dan bisa diselesaikan.

“Hal itu salah satu tindakan, yang  nantinya akan diperiksa, mengapa hal itu bisa terjadi. Setiap orang bisa saja bereaksi macam-macam dari setiap kejadian,” lanjut Rikwanto.

Rikwanto tidak menyarankan untuk melakukan perlawanan terhadap perampok. Karena hal ini bisa saja mengancam jiwa pengendara itu sendiri, namun dirinya lebih menyarankan untuk tidak membuka kaca kendaraan dan membunyikan klakson kendaraan. Bisa juga membuka sedikit kaca lalu berteriak untuk menarik perhatian dari orang-orang di sekitar.

“Kalau tindakan ekstrimnya bisa dilakukan bermacam-macam, termasuk menabrakan kendaraan yang ada di depan dan belakangnya. Tentunya dengan resiko meminta maaf atau apa saja dalam kondisi tertentu untuk menarik perhatian. Tapi kalau di tempat yang sepi melajukan kendaraan secara cepat saja. Jangan bicara hukum di situ. Itu reaksi spontan. Intinya reaksi tersebut untuk menarik perhatian. Bukan saya anjurkan, tapi untuk menarik perhatian jika terpaksa,” tutup Rikwanto ketika ditemui.

No Comments

Post A Comment